Do it on the Right Way !!


Setiap pekerjaan mengandung resiko. Baik bagi pelaku kerja, teman kerja, dan organisasi dimana pelaku bekerja. Itulah mengapa seseorang diberi upah, selain sebagai kompensasi deskripsi pekerjaan apa yang telah dilakukan, juga antara lain untuk menanggung resiko.

Saya telah bekerja di dua tempat. Tempat pertama adalah perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk nyata, dimana dalam menghasilkan produk tersebut diperlukan proses secara fisik. Proses tersebut melibatkan mesin-mesin besar, kondisi operasional yang cukup ekstrem seperti perputaran mesin yang cepat atau suhu yang sangat tinggi, bahan-bahan kimia, alat pemotong yang tajam, dsb. Kondisi ini mempersyaratkan tingkat prosedur keamanan cukup tinggi yang bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan.

Dalam hal perlengkapan kerja penggunaan helm, kacamata pengaman, sepatu pengaman, dan masker merupakan hal yang sangat penting. Kewaspadaan selama bekerja tetap diperlukan. Saya telah seringkali melihat teman, atas nama mengejar target dan efisiensi, menantang resiko untuk melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Atau kehilangan kewaspadaannya saat menjalankan mesin. Akibatnya kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan seperti tergores, atau terbakar (saya sering mengalami), dan yang paling berbahaya adalah kehilangan anggota tubuh atau bahkan nyawa.

Tempat saya bekerja kedua adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam bidang keuangan. Secara fisik tidak berbahaya, tetapi secara moral sangat berbahaya. Namanya saja bersentuhan dengan uang, alat pembayaran yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi keperluannya. Siapa sih manusia yang tidak tertarik dengan uang?

Akibat hal tersebut dibuatlah prosedur pekerjaan yang sangat ketat, agar para karyawan yang dalam pekerjaannya setiap hari banyak berurusan dengan uang, dapat melakukan tugas dengan baik sesuai deskripsi pekerjaannya. Ketelitian tinggi, pengetahuan cukup, dan moral yang baik merupakan hal yang harus dipenuhi karyawan. Diharapkan prosedur tersebut dapat mencegah pelaku kerja untuk lalai dalam tugasnya.

Beberapa teman saya dianggap lalai dalam melaksanakan tugas dan menyebabkan kerugian finansial terhadap negara, karena customer tidak dapat mengembalikan dana yang dipinjam akibat berbagai macam sebab. Ekspansi bisnis pun terhalang karena ‘ketakutan’ terhadap resiko. Ancamannya paling rendah adalah dipindahtugaskan, dan paling tinggi adalah kehilangan pekerjaan dan masuk hotel rodeo.

Dari dua contoh resiko pekerjaan diatas, saya tidak tahu mana yang paling berat resikonya. Seperti halnya Sri Mulyani, yang sukses membawa reformasi perekonomian di Indonesia tetapi harus bertanggung jawab terhadap tindakan bail out Bank Century. Tepat sasaran, tapi tidak berkenan bagi para pemberi keputusan.

Sekali lagi itulah resiko pekerjaan. Berani bekerja, berani pula menanggung resikonya. Tinggal kita pilih resiko yang paling minimum dampaknya bagi diri kita dan lingkungan. Penting bagi kita untuk menguasai setiap detil tugas, dan menjalankannya sesuai pedoman perusahaan dengan tidak mengesampingkan unsur memajukan perusahaan. Lakukan semua secara BENAR. Do it on the Right Way!!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s