ADI INGIN PULANG SEKOLAH BERSAMA AYAH, IBU, DAN FILTER SAKURA


Adi selalu bangun pagi benar. Saat Subuh dan ayam belum berkokok. Bahkan kadang bulan masih menunjukkan sinarnya. Ibu selalu bangun terlebih dahulu. Sibuk di dapur mempersiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk Ayah dan Adi. Setelah itu Ibu mandi bersiap untuk bekerja. Demikian pula ayah. Mereka sekeluarga biasa sarapan bersama, dan pukul 06.30 telah siap berangkat naik mobil. Biasanya Ayah akan mengantarkan Adi dahulu ke sekolah dasar, lalu Ibu ke kantor. Siang hari, Adi pulang naik mobil jemputan. Sesampai di rumah Adi beristirahat dan hampir setiap sore dia kursus. Matematika, musik, dan mengaji. Sesekali dia bermain bola dengan teman-teman sekampung.

Pada suatu pagi di hari Minggu, Ayah membaca blog detik.com dari gawainya dan berkata,

“Sepertinya ada wacana dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa sekolah dasar dan menengah akan diperpanjang menjadi sehari penuh.”

Adi yang sedang membaca buku cerita nampak gembira mendengarnya. Dia langsung menanggapi,

“Berarti aku bisa pulang bersama Ayah dan Ibu dong

Ayah mengangguk, “Tapi bukankah Adi akan sangat capek? Sekolah seharian itu tidak gampang lho.”

“Adi kan sudah biasa kursus di sore hari, Yah. Pasti senang kita bisa pulang bersama seperti saat berangkat di pagi hari.”

Ibu menimpali, ”Kalau begitu mobil kita harus lebih prima, Yah. Dapat dipastikan jalan akan semakin macet dan berpolusi, karena ada tambahan kendaraan untuk menjemput anak-anak sekolah di jam pulang kantor. Ayah harus segera ke bengkel hari ini untuk perawatan mobil.“

“Siap, Komandan,” Ayah memberikan tabik kepada Ibu. Mereka tertawa bersama.

“Lebih baik kucatat apa-apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mobil kita,” kata Ibu membuka catatan dan siap-siap menulis.

“Pertama, Filter AC,” Ayah mulai dengan hal terpenting. “Mengingat pasti polusi udara akan sangat tinggi dengan banyaknya kendaraan di jam pulang kantor. Selain itu Adi juga sering batuk-batuk bila menghirup udara kotor. Filter AC yang baik akan menjaga kualitas udara tetap bersih sehingga kesehatan kita terjaga.”

“Setuju,” kata Ibu. Catatan pertama kelengkapan kendaraan: Filter AC.

“Filter Tranmisi. Mobil kita otomatis sehingga perlu transmisi yang handal, dan torsi yang bagus.”

Ibu mengerutkan kening. Beliau tidak terlalu paham mengenai  mesin mobil seperti Ayah. Tapi Ibu tetap menulis perlengkapan itu.

Ayah memejamkan mata. Memikirkan apa lagi yang diperlukan mobilnya. 

“Ah, filter udara dan filter oli. Filter udara untuk menghindari kontaminasi udara sebelum bercampur dengan bahan bakar di ruang pembakaran. Filter oli untuk menghindari keausan pada bagian piston dan silinder.”

“Oh, baiklah,” Ibu sibuk mencatat. “Tapi apakah Ayah tahu, kalau semua perlengkapan ini adalah filter atau saringan? Apakah tidak ada perlengkapan yang penting lainnya?”

“Filter itu perlengkapan kendaraan yang paling penting, Bu. Karena kelangsungan hidup mesin bergantung pada filter.”

“Lalu merk apa yang bagus, Yah? Semestinya komponen penting harus dari merk terbaik.”

“Ayah pernah dengar dari teman kantor. Dia pakai Filter Sakura. Merk lokal tapi sudah mendunia. Suzuki pun sudah memakainya sebagai komponen original pabrikan. Pokoknya ditanggung kualitas nomer satu. Pasti sehat dan nyaman.”

Ibu tertawa, lalu melirik Adi,” Ayah seperti agen pemasaran Filter Sakura saja ya Di. Mottonya sehat dan nyaman.”  

Adi dan Ayah hanya tersenyum-senyum.

“Sebentar lagi Ayah akan ke bengkel. Adi ikut?” Ayah menawarkan kepada Adi. Adi menggangguk.

Sesampai di bengkel, Ayah dan Adi disambut Pak Leo pemilik bengkel. Ayah dan Pak Leo sudah kenal lama, bahkan sebelum Ayah menikah dengan Ibu. Ayah penggemar modifikasi mobil dan Pak Leo suka membantunya.

“Apa yang bisa kupasang lagi di mobilmu, Wan? Sepertinya mobilmu perlu sentuhanku,” Pak Leo berkelakar kepada Ayah, yang Adi tahu nama kecilnya adalah Wawan.

“Tak banyak, Leo. Hanya filter saja. Kau punya Filter Sakura kan?”

“Tentu. Merk bagus, semua bengkel pasti punya.”

“Aku perlu filter AC, filter tranmisi, filter udara, dan filter oli. Tolong pasangkan semua, Leo. Setelah itu service mesin ya.”

“Baiklah, Wan. Ada keperluan khusus rupanya?”

“Keluargaku akan mengarungi polusi udara dan kemacetan jalan saat pulang kantor. Adi akan sekolah seharian jadi pulang bersama aku dan istriku. Jadi kami harus mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin.”

“Oh, tapi wacana sekolah seharian itu dibatalkan, Wan. Aku baru saja melihat beritanya di televisi.”

“Hah, cepat sekali. Belum juga diputuskan, kenapa sudah dibatalkan?”

“Banyak yang protes, Wan. Katanya anak sekolah bakal bosan seharian di sekolah.”

Adi cemberut. Bayangan indah pulang bersama orang tuanya tidak akan terlaksana. Dia hampir menangis tetapi langsung dihibur oleh Ayah.

“Sudahlah, Nak. Tidak usah kecewa. Paling tidak kita masih bisa berangkat bersama di pagi hari. Lagi pula kendaraan kita juga akan lebih baik. Kita akan sehat, nyaman, dan aman di jalanan bersama Filter Sakura.”

Adi mengangguk membenarkan kata ayahnya. Lagi pula dia tidak akan kehilangan hobinya bermain sepak bola di lapangan di sore hari bila tidak harus bersekolah seharian. Selalu ada hikmah di setiap peristiwa.

                                        -Selesai – 



About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s