Bahwa Indonesia itu Nusantara


Dirjen Perhubungan Darat, Pak Djoko Suseno, akan mengundurkan diri. Semata bertanggung jawab atas kemacetan yang tidak terantisipasi di beberapa jalan tol Jakarta akibat mudik akhir tahun 2015. Apresiasi tinggi kepada pejabat yang berani bertanggung jawab terhadap ketidaberesan di area kerjanya.

Tetapi bila melihat urgensi nya, sepertinya hal tsb tidak perlu dilakukan. Pemudik, walaupun terkendala macet puluhan jam, masih dapat disalurkan ke jalan tol lainnya. Apalagi bila tujuannya sekedar rekreasi. Jangan salah, saya tidak menyepelekan hal ini, karena saya termasuk salah satu pemudik yg hampir ketinggalan pesawat karena kasus macet tadi. Jarak Setiabudi Jakarta ke Bandara Halim yang hanya 20 menit hari libur biasa, menjadi hampir 3 jam. Dan setelah masuk pesawat yang telah boarding, masih ada penumpang ibu ibu dengan nafas tersengal sengal, menyatakan helm gojek serasa masih dipakai. Idiom bagi pengejar waktu boarding pesawat.

Maksud saya, Indonesia itu bukan hanya sekedar Jakarta. Jelas tenaga dan pemikiran pak Djoko Suseno masih dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Apalagi pak Jokowi lagi giat giatnya memancing investasi luar negeri. Pokoknya pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 harus 5.6%. Lebih kencang daripada Amerika, Eropa yg cuma1-2%, apalagi China yg mulai kolaps. Lucu juga bila pengurus utama perhubungan Indonesia, hilang hanya karena sepenggal macet di kota yang memang telah terkenal antrean kendaraan nya.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tanggal 31 Desember 2015, semakin menegaskan bahwa Indonesia bahkan lebih luas daripada teritori saat ini. Sudah mencakup Nusantara jaman Majapahit.  Membentang dari Sumatera sampai Papua.  Bukan berarti kita mau ekspansi jaman Papua Barat, tapi kesepakatan antar negara ASEAN membuat kita dapat meluaskan bisnis ke seluruh wilayah ASEAN. Asyik kan?

Sayangnya (atau untungnya?) semua peserta gamang. Bingung mau ngapain, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan philipina. Lah wong regulasi juga belum jelas. Sertifikasi pekerja ahli belum teraplikasi.

Sebenarnya mumpung masih gamang Indonesia harus gerak cepat. Segera adakan sertifikasi massal seluruh pekerja sesuai bagiannya. Selain itu para pebisnis langsung gerak cepat membuka cabang di luar negeri, termasuk bank di Indonesia yang terhalang regulasi di negara ASEAN. Pasok wilayah jiran dengan SDM yg berlimpah ruah (termasuk para buruh yg minta gaji tinggi dengan pembanding upah di negara tetangga). Pastikan Indonesia kembali berjaya di Nusantara ! 😀

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s