Cluster Keluarga


Tanpa didasari orang mencari pasangan yang ada dalam jangkauannya. Terutama lokasi. jadi tidak heran bila anak Ibu A desa B, kawin dengan anak ibu C desa D yg letaknya tidak jauh dari Desa B. Setelah kawin si istri biasanya ikut suaminya tinggal di rumah mertua. Kejadian tersebut akan berulang sampai seluruh anak dalam keluarga tersebut menikah.

Akhirnya dalam rumah yg sederhana, yang semula hanya dihuni keluarga inti yaitu bapak, ibu dan beberapa anak, berubah menjadi rumah dengan beberapa keluarga. Setelah orang tua meninggal, rumah biasanya diwariskan ke anak anaknya. Bisa dijual kemudian uangnya dibagi. Atau tanah dibagi dibangun rumah masing masing. Atau rumah yang disekat dan dibagi.

Tetangga sebelah rumah memilih untuk membagi tanah ke anak anaknya. Jadilah dulu tanah dengan luas 1000 m2 satu bangunan 500 m2 berganti menjadi tiga bangunan 300 m2. Atau tetangga di pojokan jalan membagi rumah untuk ketiga anaknya. Keluarga anak pertama mendapat bagian rumah dengan pintu menghadap ke barat. Keluarga kedua pintu ke selatan. Keluarga tiga pintu ke utara.

image

Konsep ini yang saya namai Cluster Keluarga. Fenomena Dimana anak berkeluarga, dengan alasan apapun, tetap tinggal di rumah orang tua dan mendapat pembagian ruang dalam rumah. Rumah dapat hanya sekedar terbagi dalam sekat. Atau dirubuhkan dengan dibangun rumah rumah baru diatasnya. Jumlah lebih banyak dengan ukuran lebih kecil.

Fenomena ini meruak dengan keterbatasan lahan untuk pertumbuhan penduduk meningkat. Selain itu walau pertumbuhan ekonomi diatas 6%, hal ini tidak menjangkau masyarakat kecil. Positifnya, masyarakat indonesia adalah tipe family person. Kumpul gak apa apa asal makan. Haha.

Pola cluster keluarga ini menghemat lahan secara kuantitas. Tetapi kualitas hidup dipertanyakan. Rumah yang biasanya diisi hanya 4 orang dapat berkembang menjadi 4 keluarga dengan masing masing minimum 3 orang sehingga total 12 orang. Selama air dan listrik masih mencukupi tidak masalah. Tetapi bagaimana dengan kakus, sampah, udara bersih, dll

Fenomena di indonesia tsb patut dicermati.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s