Quantitative Easing: Solusi Baru Krisis Eropa?


Eropa berusaha melawan krisis hutang dengan hutang.Empat negara terkuat Eropa yaitu Italia, Jerman, Perancis dan Spanyol baru mengadakan pertemuan untuk menerbitkan obligasi bersama. Mengingat Prancis dan Spanyol telah diturunkan peringkat obligasi nya dan Italia akan menyusul, mereka menggandeng Jerman yang relatif lebih kuat ekonominya. Saat ini semua negara di Eropa memang bergantung kepada Jerman sebagai satu satunya harapan penyelamat Euro. Dengan penerbitan obligasi bersama Jerman atau negara lain di dunia dapat membantu dana dengan membeli obligasi tersebut.

Angela Merkel, kanselir Jerman, tidak berpendapat demikian. Jerman tidak sekuat kelihatannya. Dan mempunyai aturan tersendiri untuk membantu negara eropa lainnya dalam hal pembelian obligasi bersama. Saat ini Jerman pun mulai terkena imbas krisis karena negara euro mulai menghemat dan tidak membeli produk Jerman.

Amerika serikat menghadapi krisis tahun 2007 dengan mencetak dolar amerika lebih banyak untuk membiayai defisit. Kebijakan ini dinamakan Quantitative Easing. Yunani pun bila memilih alternatif untuk keluar dari Euro dan menghadapi krisis sendirian akan memilih opsi QE. Tapi malang mata uang yunani tidak sekuat dolar amerika dan jauh lebih rendah kursnya dibanding euro.

Saya sendiri juga penasaran. Apakah sesederhana itu mencetak uang demi membayar hutang. Logika sederhana dalam rupiah. Kita mencetak rupiah banyak untuk bayar hutang. Rupiah tersebut ditukar dengan dolar karena bayar hutang pasti dengan dolar. Mengingat rupiah yang banyak tersebut dan dolar yang terbatas jumlahnya, nilai dolar akan menguat. Sehingga berapapun rupiah yang dibuat nilai dolar akan terus meningkat. Seperti lingkaran setan.

Dalam skala makro, jumlah rupiah yang meningkat akan menyebabkan inflasi. Selain itu nilai dolar yang meningkat merugikan untuk impor barang yang masih dianggap perlu untuk kebutuhan hidup rakyat banyak termasuk minyak. Pengaruhnya bisa sistemik. Termasuk pasar modal yang anjlok dengan harga saham yang berjatuhan. Padahal pasar modal yang kuat adalah cerminan perekonomian negara yang prima.

Jadi bagaimana menjawab krisis hutang negara eropa? Bila ingin nekat ya ngemplang saja. Berani nggak?

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My Economic Thinking and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s