Aplikasi Konsep Merkozy


image

Di posting sebelumnya, saya pernah membahas konsep dari kanselir jerman dan presiden perancis yaitu konsep Merkozy. Dimana negara harus hidup sesuai kemampuannya. Bila uang yang ada memang hanya segitu ya tidak usah memaksa diri untuk  meminjam uang. Bila perlu hemat dan menahan diri untuk tidak belanja yang tidak perlu.

Barusan saya ketahuan tidak mempunyai pinjaman pegawai oleh atasan saya. Saya pun di kuliahi panjang lebar. Bahwa pegawai itu andalannya hutang. Harus dimanfaatkan apalagi bunganya rendah. Saya senyum saja karena belum merasa perlu ngutang. Kartu kredit saja barusan punya dan saya merasa tidak ada bedanya dengan pakai kartu debit. Sama sama gesek.

Barusan juga ada debitur yang melunasi hutangnya. Dia juga dikuliahi saudaranya tapi topiknya berbeda bahwa ngutang itu tidak baik. Riba. Tidak berkah.

Tak akan habis pembahasan mengenai hutang. Ada yang positif ada yang negatif.  Positif bila bisa mengangkat harkat manusia. Negatif bila menyengsarakan manusia bahkan dalam konteks lebih luas dapat membangkrutkan negara dan menghancurkan perekonomian. Mana yang dipilih tergantung anda yang meyakini hidup. Berdiri diatas kaki sendiri atau meminta bantuan pihak lain.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My Economic Thinking, My World and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s