Badai Investor


Selang beberapa hari yang lalu, ada telepon dari sang broker. “Mbak, sementara jangan trading dulu ya. Akunnya di suspend”. “Lah nopo, Mas?”.”proses pembukaan rekening investornya bermasalah di bank”.

 
Saya sih tenang tenang saja, wong portofolio masih rugi. Walaupun IHSG naik terus, tapi klo portofolio masih minus ngapain dijual. Tapi seperti biasa, setelah kebiasaan telat mikir hilang, saya jadi panik juga. Lah klo saham saya gak bisa dijual berarti duit saya kejebak dong. Waduh, apalagi si broker bilang, akun disuspen tanpa kejelasan sampai kapan.

financial_storm (john hopkins engineering.com)

financial_storm (john hopkins engineering.com)

Ternyata banyak sekali investor yang mengalami hal serupa, yaitu penangguhan akun untuk bertransaksi. Jadi barusan momen IHSG melewati angka 4000 jadi tersia-sia, karena tidak ada yang bisa menjual sahamnya. Ini semua bermula dari kebijakan Bapepam, si pengawas pasar modal, agar investor mempunyai rekening sendiri untuk bertransaksi. Biasanya sih atas nama agen sekuritas atau broker dimana dia bernaung. Contohnya investor A punya broker X. Nah, untuk bertransaksi saham, si A harus punya sejumlah uang yang disetorkan ke rekening broker X agar X dapat membelikan saham untuk A, mengingat pembelian saham di BEI harus melalui agen sekuritas.

Masalahnya adalah, uang investor di rekening agen sekuritas tidak dapat dilindungi oleh Bapepam karena atas nama agen. Berbeda dengan uang yang telah ditransaksikan dalam bentuk saham terlindungi oleh otoritas pasar modal yaitu KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) karena berada dalam wilayah Bapepam.
Berkaca dari pengalaman tahun 2009 yaitu Sarijaya Sekuritas melarikan dana investor dalam rekeningnya, Bapepam mengharuskan investor membuat rekening settlement atas namanya sendiri di bank bank yang ditunjuk yaitu BCA, Mandiri, Permata, dan Panin. Rekening ini dinamai Rekening Dana Investor (RDI). Tapi entah banknya atau agennya yang belum siap, pada tanggal 31 Januari 2012 sebagai hari terakhir, form investor masih menumpuk.
Saya telah mengirim jauh bulan sebelumnya. Tetapi dikatakan belum ada data kiriman dari saya. Para investor ritel mengatakan inilah Badai RDI. Halah, kok susah banget jadi investor di Indonesia ya..

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My Economic Thinking and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s