Senja Bimbang


Bila sore menjelang, seperti biasa saya pulang dari kantor. Naik angkot sampai ke rumah akan memakan waktu sekitar 45 menit. Nah, biasanya saat keluar dari pintu dan menuruni tangga, saya masih membawa pikiran ruwet permasalahan di kantor. Ingin rasanya refreshing sekedar membebaskan pikiran.

Saat naik angkot biasanya pula saya bertekad ingin mampir ke mal yang dilewati. Ke toko buku kek, beli roti boy kek, mampir ke hypermart, lihat-lihat baju, dsb. Tapi selalu saat tepat persis di depan mall, azan magrib berkumandang. Dan saya selalu dalam kebimbangan. Bisa saja turun di mall, sholat dulu sebelum mulai shopping. Tapi itu bukan skenario yang diinginkan mengingat mushola di mall tersebut tidak representatif alias tidak terlalu bersih. Atau mengqadla sholat magrib ke isya’. Tapi kok ya shopping gak penting2 amat gitu lho sampe harus mengqadla. Atau saya pernah punya trik lain: kerja sampai maghrib, lalu sholat di kantor biar bisa belanja di mall setelahnya. Eh, ini nggak enak juga wong pulangnya malah jadi kemalaman.

Allah SWT berfirman, bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepadanya. Tidak untuk yang lain-lain, termasuk shopping tadi. Alhasil saya selalu saja melaju untuk pulang bergegas, mengejar sholat maghrib di rumah. Semoga Allah mengampuni kebimbangan saya. Amin.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Parodi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s