Main Kredit di Kayu


Sepertinya bank kalau dengar kata “industri kayu” rada-rada phobia. Ngapain sih mesti main kayu? itu yang terlintas di pikiran para bankir saat sibuk mencari target pasar. Itu industri sunset, sudah tidak seksi lagi. Bahan bakunya walaupun dapat diperbaharui, sering mengundang masalah. Tidak usah mebel yang menggunakan kayu jati, bahkan mebel rotan pun dicurigai. Apa pasal?

Kayu sebagai bahan utama mebel, atau produk-produk lain, memang menjadi bahan baku yang sensitif. Indonesia sebagai negara hutan tropis ketiga terbesar di dunia  dianggap sebagai penghancur hutan paling menggila, sampai-sampai negara2 G-20 perlu mengeluarkan aturan REDD+ untuk trade in kebijakan pengurangan emisi gas kaca. Indonesia dijejali sedemikian banyak dana agar tidak menebangi kayu di hutan tropisnya. Sementara negara-negara bule masih boleh mengeluarkan polusi, dengan alibi hutan tropis akan menyerap polusi tsb.

Oke, balik lagi ke masalah utama. Si kayu jelas-jelas tidak bisa ditebangi sembarangan. Nah, kemana lagi industri kayu akan dapat bahan baku? Indonesia negara yang subur, dan orang Indonesia adalah orang yang kreatif. Tanam kayu di perkebunan dong, sengon atau mahony, atau yang paling gress: Jabon. Walaupun tidak sekuat kayu jati, dan sikap terburu-buru petani yang sudah panen umur 5 tahun, kayu sengon telah dapat memenuhi kebutuhan industri kayu pada umumnya.

Untuk pembuatan mebel seperti lemari, kursi, dan meja yang terbuat dari partikel atau multiplex, batang pohon  yang telah ditebang harus dikupas kulitnya kemudian diambil kayunya. Dari diameter 20 cm, batang kayu akan hanya bersisa 8 cm. Lapisan-lapisan kayu yang dikupas tipis (veneer) akan dipress sehingga membentuk beberapa lapisan yang dinamai multiplex. Sedangkan mebel partikel adalah cacahan kayu yang diberi lem sehingga membentuk adonan, kemudian dimampatkan.

Sebenarnya industri mebel atau asesoris kayu seperti patung, perabot rumah tangga dan lain-lain, adalah komoditi ekspor utama karena sangat digemari di luar negeri. Bentuk yang unik (eksotis kata orang sono) menjadikannya ciri khas yang sangat laku di pasar. Beberapa pelaku industri menyatakan memang harus pandai-pandai mengikuti selera pasar, tetapi itu adalah hal yang mudah.

Jadi kesimpulannya: jangan takut lagi main kredit di industri kayu🙂

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Credit Loan, Flow Chart Processing, My Economic Thinking. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s