Sengon Buto


Saya lagi gandrung-gandrungnya menumbuhkan biji sengon buto. Gara-gara kantor membagikan kalender meja tahun 2011 dengan sebuah kantong mungil berisi tiga butir biji sengon. Bentuk biji ini bulat, agak pipih dan berwarna coklat. Berhubung teman-teman kantor tidak ada yang berminat dengan keberadaan si biji ini, maka saya berkeliling dari meja kerja satu ke yang lain, sekedar mengumpulkan kantong-kantong ini. Niatnya menjalankan misi perusahaan untuk menjadi Go Green.

Berhubung hari Sabtu adalah hari libur, saya berniat untuk mengoperasi kantong biji sengon ini.  Saya baca dulu petunjuk penanaman yang tertulis di kantong depan. Kira-kira seperti ini bunyinya:

Sengon Buto (Enterolobium Cyclocarpum)

Sengon buto adalah pohon yang mempunyai pertumbuhan sangat cepat, dan dapat dipanen hanya dalam 5 tahun saja. Pohon ini banyak digunakan untuk program reboisasi dan memenuhi kebutuhan industri berbahan baku kayu.

 

Kantong dan Biji Sengon

Kantong dan Biji Sengon

Membaca intro-nya saja cukup menyenangkan. Bayangkan punya pohon rindang dan berdaun lebat di halaman rumah. Pasti rasanya adem. Selain itu bisa menghasilkan uang🙂 Saya meneruskan membaca,

Cara menanam:

  1. Rendam benih/biji Sengon dalam air panas dan diamkan selama 24 jam
  2. Tiriskan dan letakkan di media lembab seperti kain/kapas sampai keluar kecambah (paling lama 1-2 minggu). Usahakan media selalu lembab.
  3. Setelah berkecambah, pindahkan ke polybag/kotak semai (dengan media tanah+pupuk kandang atau pasir+pupuk kandang dengan perbandingan 2:1). Tanam kecambah dengan kedalaman setengah dari panjang benih dengan akar menghadap ke bawah.
  4. Bila ketinggian sudah mencapai 20 – 30 cm, bibit siap ditanam di lahan.

Ah, gampang nih cara membiakkannya. Saya segera merebus air, dan setelah mendidih segera saya buka kantong pertama yang berisi tiga biji sengon buto dan langsung saya masukkan ke dalam air mendidih tadi. Setelah itu saya diamkan sehari semalam. Esoknya dua butir biji agak pecah, sementara yang satu lagi masih utuh. Oh, jadi fungsi air panas tadi untuk memecahkan kulit biji yang keras.

Sebuah wadah plastik bekas eskrim saya beri beberapa lembar kapas kecantikan dan diberi air sedikit agar lembab. Kemudian biji-biji tadi saya taruh diatasnya, lalu wadah ditutup agar biji tidak diganggu serangga. Sehari dua hari berlalu, mulai nampak akar di permukaan biji pertama dan kedua, sedangkan biji ketiga bergeming. Kata ayah yang tahu sedikit tentang tumbuh-tumbuhan, si biji ketiga ini steril. Hari ketiga, mulai nampak batang hijau di biji pertama. Semakin hari semakin tinggi si kecambah ini, sementara biji kedua mandeg pertumbuhannya.

Seminggu kemudian, biji berwarna putih kehijauan keluar dari kulitnya. Saya pindahkan ke media tanah dalam pot yang telah dicampur pupuk. Senang rasanya melihat ada pertumbuhan mahkluk hidup dalam pot tadi. Semakin hari semakin tinggi sampai agak menggelantung si kecambah tadi yang telah berubah menjadi batang berwarna hijau keputihan. Lucunya kecambah tadi tumbuh tidak hanya di ujung biji, tapi juga di pangkal sehingga batang berbentuk memanjang.

Kecambah Sengon

Kecambah Sengon

Sampai saat ini kurang lebih sebulan lamanya, panjang batang telah mencapai 10 cm. Belum saya pindahkan ke lahan, karena sepertinya belum nampak kuat. Saya telah membuka kantung kedua dan ketiga, dan membiakkannya dengan cara yang sama. Tetapi hanya satu yang tumbuh dari enam biji. Keduanya sekarang mempunyai panjang yang sama 10 cm.

Saya berangan paling tidak sebulan lagi akan saya pindahkan ke lahan yang lebih luas. Dan lima tahun lagi, si bibit ini akan tumbuh besar. Hijau merindang. Tidak ada niatan muluk untuk memelihara bibit sengon ini. Hanya keinginan tulus untuk sedikit ikut memberikan penghijauan di lingkungan, dan mengurangi polusi. Menyuntik O2 dan membersihkan CO2 dari udara kita. Sekaligus menyuntik pikiran kita untuk melestarikan lingkungan.

So Let’s Green Our Mind !!

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Sengon Buto

  1. Hasim says:

    Makasih atas infromasinya tentang si sengon Buto Mas ….

    Kunjungi artikelku ya. Ini tentang daerah tujuan wisata menarik http://novenrique.blogspot.com/2011/04/yang-tertinggal-di-labuhan-jukung.html

  2. BANYUGENI says:

    SIMPLE IS BEAUTIFUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s