Pensiun Dini


Saat lagi sibuk-sibuknya melototi barisan angka di layar komputer, tiba-tiba muncul jendela yahoo messenger. Ternyata pesan dari seorang teman di ujung Indonesia sana.

Temen: Boring banget, nih.
Saya: Napa?
Temen: Pengen banget keluar dari pekerjaan ini. Sudah terhitung delapan tahun aku di tempat yang sama, pekerjaan yang sama.
Saya: Ya bikin pembaharuan toh. Buat-buat target sendiri. Cari-cari kastemer.
Temen: Males.
Saya:Ya udah, cari pekerjaan baru saja. Keluar dari perusahaanmu sekarang.
Temen: Udah, sampai sekarang belum pernah ada yang sudi nerima aku.

Saya ngusap-usap dagu (seolah-olah ngusap jenggot) dan membayangkan muka dia pasti bete habis. Teman saya ini kualifikasinya sangat bagus, lulusan perguruan tinggi terkemuka, dan sekarang melanjutkan pendidikannya di S2. Di pekerjaan inisiatifnya tinggi, dan jelas menguasai bidangnya. Tapi apa yang menyebabkan dia begitu bosannya pada pekerjaannya. Dan hal lain, mengapa perusahaan lain tidak mau menerima dia?

Saya tidak akan membahas hal itu, karena lebih tertarik ke percakapan selanjutnya.
Temen: Btw, gimana kalo kita ngadain apa gitu yang bombastis, biar kita gak jenuh lagi.
Saya: (sambil mikir: kita? Elu kali). Percuma deh. Kalau boring gitu, terus kita melarikan diri sejenak mengalihkan perhatian. Eh, ntar balik balik juga ke situ
Temen: Enggak, maksudnya bukan pengalih perhatian gitu. Ini bombastis beneran. Kita ikut PENSIUN DINI !

Saya tergelak habis. Just information, teman ini berumur 32 tahun, single, dan baru delapan tahun bekerja.
Saya: Oi non, setahuku namanya pensiun dini itu kalau sudah umur 50 tahun atau 20 tahun bekerja. Itu aturan umum lho.Kamu gak memenuhi kriteria tuh. Lagipula apa kata dunia. Masih muda udah mau pensiun. Dasar Pemalas !
Temen: Biarin. Tapi bayangin dong pesangonnya. Sementara bisa kita masukkan deposito lah atau ORI. Kita kerja gak resmi aja, jadi tetap dapat pensiun.
Saya: (gak ngomong apa-apa, tapi idenya boleh juga).

Saya kemudian menemukan topik ini di suatu majalah wanita. Bahwa pensiun dini sangat baik bagi karyawan yang ingin mengembangkan potensi dirinya tetapi dengan catatan telah matang secara finansial dan psikologis. Secara finansial, contohnya seseorang saat mengajukan pensiun dini, telah mendirikan bisnis empat tahun yang lalu dan saat ini sedang bagus-bagusnya. Sehingga saat pengajuan pensiun dia dapat keluar dari perusahaan dengan hati lapang karena bisnisnya dapat menghidupi dirinya.

Secara psikologis, jangan dibayangkan bahwa pensiun itu tidak perlu persiapan mental. Bayangkan dari seorang yang bekerja menjadi tidak punya pekerjaan dan tidak melakukan apa-apa. Saya sedikit banyak sudah pernah merasakan. Hanya dalam hal pensiun tanda petik, karena seminggu di rumah akibat kaki yang keseleo. Satu dua hari euphoria, tapi selanjutnya walah..bosennya minta ampun. Jadi menurut saya, walau pekerjaan itu memusingkan tetap diperlukan untuk beraktivitas dan sekaligus lubang pendapatan.

Pensiun dini sebaiknya tidak dilakukan karena alasan bosan, malas, konflik dengan orang, tidak punya inisiatif, kerja diarahkan orang (tipikal karyawan). Karena sifat seperti ini tidak dapat dibawa untuk survive hidup setelah pensiun. Padahal semakin muda yang mengambil pensiun dini, semakin panjang waktu untuk menghadapi masalah sampai ke liang lahat. Jangan lupa, setelah pensiun pun kita harus mempunyai pekerjaan agar secara finansial masih tercukupi dan secara intelektual masih terus terasah. Tipikal jelek diatas tidak akan membawa kita ke pekerjaan apapun.

Jadi kesimpulannya: ambillah pensiun, take another job for actualisation, and enjoy it !

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World, Parodi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s