Inflasi versus Jumlah Penduduk


Terhitung per tanggal 5 Februari 2011, BI Rates naik menjadi 6,75% setelah bertahan selama hampir 2 tahun sejak Maret 2009 sebesar 6,5%. Seperti  biasa kenaikan ini ditujukan untuk mengendalikan inflasi tahunan sebesar 7,05% di Januari 2011. Inflasi awal tahun ini lebih disebabkan faktor kelangkaan bahan pangan karena faktor cuaca dan kelangkaan minyak karena Mesir yang terus bergejolak.

Kenaikan harga cabai s.d. Rp. 100.000,00 per kg karena kelangkaan di pasar akibat faktor cuaca yang tidak menentu di Indonesia, turut menyumbang faktor inflasi di Indonesia. Bayangkan, cuma cabai. Tapi bila dihubungkan dengan hampir sebagian besar penduduk Indonesia yang 200 juta jiwa itu doyan pedas, ya bisa dimaklumi hubungan antara cabai dengan inflasi.

Saya dari dulu bertanya-tanya, kira-kira ada enggak ya hubungan antara inflasi dengan jumlah penduduk? Secara teori sih pasti ada (sayang saya belum cari). Seperti kasus cabai tadi, karena langka di pasar sementara penduduk Indonesia yang 200 juta jiwa pengen makan pedas semua, secara otomatis harga merambat naik. Penawaran yang menurun versus permintaan yang meningkat atau stabil adalah gejala inflasi.

India dan China adalah negara penyebab inflasi dunia yang paling besar. Dengan penduduk hampir ¾ dari total penduduk dunia, mudah sekali bagi mereka untuk mengobrak abrik perekonomian dunia dengan menimbulkan gelombang inflasi. Dengar-dengar saat ini inflasi India hampir 8%, sedangkan  China  hanya 4 %. Kelihatannya India hampir sama dengan inflasi  di Indonesia yang 7%,  sedangkan China lebih rendah tapi bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang hampir 1 miliar jelas efeknya lebih dahsyat.

Satu lagi, penyebab inflasi biasanya kelangkaan bahan pangan atau minyak. Kasus saat ini adalah Mesir. Kita tidak menyoroti inflasi khusus negara Mesir, tapi inflasi dunia. Mesir yang sedang bergejolak disebabkan oleh kelangkaan bahan pangan yaitu gandum. Sampai tahun 1990-an Mesir masih swasembada pangan. Setelah itu mereka mulai impor gandum karena kedekatan dengan Amerika. Sebenarnya kedekatan ini bersifat politis, terutama karena Amerika melindungi kepentingannya untuk mendapatkan minyak dari Arab melalui Terusan Suez. Sebagai informasi, Terusan Suez di teritori Mesir adalah lintasan perdagangan minyak dari negara-negara Arab ke Eropa tanpa memutar melalui Afrika. Jadi kalau Amerika tidak baik-baik dengan Mesir, ya tertutuplah keran minyak Amerika.

Kelangkaan gandum menyebabkan inflasi di Mesir, dan defisitnya negara. Dengan bergejolaknya Mesir, telah timbul kekhawatiran macetnya suplai minyak ke negara Eropa yang juga menyebabkan inflasi dunia. Dan  senjata paling mudah untuk menyedot kelebihan dana di pasar karena kenaikan harga adalah kenaikan suku bunga bank sentral, seperti yang dilakukan di Indonesia dan banyak negara lain.

Mudah sebenarnya mengendalikan inflasi, tetapi apakah kita siap dengan efek setelah peningkatan suku bunga bank sentral seperti kenaikan bunga kredit? Jadi kesimpulan ngawurnya: harap jangan menambah padat penduduk dunia🙂

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My Economic Thinking. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s