Celah Bisnis Transaksi Luar Negeri


Ternyata banyak celah pemberian fasilitas kredit pada transaksi luar negeri. Contoh, pada saat debitur menggunakan L/C (Letter of Credit) untuk pembelian bahan baku impornya. Pada saat pembayaran, debitur bisa minta tolong bank untuk membayarkan tagihan L/C tsb terlebih dahulu. Bank ini bisa dari bank yang membuka L/C (issuing bank), atau bank di luar negeri (advising bank). Kredit dari issuing bank bernama Post Financing, dan dari bank luar negeri disebut Refinancing.

Untuk memperjelas mekanisme tersebut, dapat dilihat gambaran alur L/C sbb:

Ceritanya, importir di Indonesia akan membeli barang dari eksportir Jepang (1). Nah, karena si eksportir tidak percaya bahwa importir akan bayar sesuai kesepakatan, maka eksportir menyuruh importir untuk membuka L/C (2). Hal ini berarti jaminan dari bank bila importir gagal bayar maka bank yang akan membayarkan. Issuing bank akan meneruskan dokumen L/C ini kepada advising bank (3) yang diteruskan kepada eksportir (4).

Setelah L/C diterima eksportir, dia akan mengirimkan barang kepada importir (5) sekaligus mengirimkan dokumen penyerta melalui advising bank (6) diteruskan ke issuing bank(7). Advising akan meneliti dokumen tsb, bila tidak ada kesalahan dia akan membayar kepada eksportir.  Tagihan akan dikirimkan ke Issuing bank yang akan meneliti, apakah terjadi kesalahan dalam dokumen seperti alamat, nama barang, jumlah barang, disesuaikan dengan sales contract.

Apabila tidak ada kesalahan (discrepancies), dokumen bisa diteruskan ke importir (8). Tetapi bila terjadi kesalahan, dokumen harus ditahan (collect) sampai kesalahan dibetulkan. Kesalahan bisa dimaafkan dan diteruskan (dinego), bila tidak signifikan dan diterima oleh importir. Bila dokumen clear, issuing bank akan membayar kepada advising bank.

Pada saat dokumen diterima (akseptasi), importir membayar sesuai dengan perjanjian. Sight, berarti begitu dokumen diterima langsung dibayar. Usance, waktu pembayaran sesuai perjanjian. UPAS (Usance Payment at sight) si Bank advising langsung membayar, sementara importir membayar belakangan.

Seperti disebutkan diatas, importir bisa mendapatkan fasilitas kredit untuk pembayaran L/C yang telah tiba saatnya untuk dibayar. Namanya Post Financing, dari issuing bank atau Refinancing bila dari advising bank.  Bunga Refinancing pada umumnya menarik karena dana didapat dari pasar uang yang biaya bunganya kecil, sehingga bunga kredit lebih murah.

Mekanisme diatas bisa ditukar untuk keperluan ekspor.  Bank menawarkan kredit ini untuk mempermudah importir/eksportir karena pembayaran kredit ini bisa diangsur, sedangkan pembayaran L/C kontan.

Anda tertarik untuk bertransaksi luar negeri dengan kemudahan mendapat kredit dari bank?

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Credit Loan, My Economic Thinking. Bookmark the permalink.

10 Responses to Celah Bisnis Transaksi Luar Negeri

  1. khelink282 says:

    good info

  2. dedi says:

    Selamat Sore Gan,
    Mau tanya…. apakah artinya dari block fund? apakah berbeda dengan L/C? karena yang saya dpatkan informasi bahwa jika di Indonesia, dana untuk L/C harus di bayar seluruhnya dari jumlah L/C yang akan dibuka.. jadi, tidak terlalu signifikan perbedaannya dengan block fund. Mohon informasinya, mengingat saat ini perusahaan kami sedang melakukan transaksi luar negeri. terima kasih…

    • avieni says:

      Mas Dedi, mohon maaf saya belum mengenal istilah block fund. Bila yang dimaksud Garansi Bank (saya pernah googling & ada pendapat yang menyamakan block fund dengan Garansi Bank), bisa dibaca lebih jelas pada tulisan saya “Fee Based Income atau Intermediasi?” Mengenai LC, memang ada persyaratan untuk memberikan jaminan cash senilai 100% dari nilai LC, atau dinamai Marginal Deposit 100%.
      Mohon maaf tidak dapat membantu banyak.

  3. anugrah alexander says:

    Info yg sangat berguna Mbak.
    Kalo boleh bertanya; ada kasus seperti ini : Importir dari Korea hanya bersedia bertransaksi dengan L/C sementara pihak eksportir dari Indonesia hanya mau dengan Cash.
    Saya membaca sebuah artikel mengatakan bahwa ada pihak yg disebut Negotiating Bank yg akan membayar terlebih dahulu secara cash ke lumnya.eksportir lalu setelah barang dikirim Negotriating Bank inilah yg menagih L/C ke Advising Bank. Pertanyaan saya, kira2 bisa gak ya Advising Bank bertindak sekaligus sebagai Negotiating Bank? kalo di Indonesia bank mana kira2 yg bisa mbak?

    Makasih banyak sebelumnya

    • avieni says:

      Mas Alexander,
      Jawabnya adalah bisa. Negotiating bisa berfungsi sebagai advising bank juga. Bank umum yang melayani trading exim pada umumnya dapat melakukan hal ini, seperti BNI, Mandiri, Danamon, Niaga, Citibank, HSBC, dll.
      Semoga membantu.

  4. canteek says:

    bank jatim juga sudah bisa kok

  5. adesukri says:

    HALLO, apa program ini bisa dijadikan lahan bisnis baru ya mbak ? misalkan kita memamfaatkan dana pihak ketiga yang bertindak sebagai avalist ( penjamin ) atas kredit yang nantinya dikucurkan ke misalkan, seller ( eksportir ).
    menurut pendapat mbak, faktor resikonya terletak dimana ya ?

  6. Aqila says:

    Makasih infonya, sangat berguna untuk menjelaskan ke siswa tentang mekanisme pembayaran dengan L/C

  7. alLex xem says:

    … BLOCK FUND / BLOCK of FUND biasanya adalah dimiliki oleh single owner ( khusus di indonesia : beliau beliau itu masih ada keturunan anak raja baik raja nusantara ataupun juga kerajaan luar negri ( baca : sebelum indonesia lahir : baca ORANG TUA ).

    Da pastinya Block Fund itt bukan instrument bank … sehingga dari sifat nya itt jg tidak bisa dicairkan dan haya bisa di roolover atao rolling program …. yaitu dg joint account dg nilai tertentu maka keluar warkatnya ….

    maka nilai warkatnya ituLah yang dapat digunakan dalam investasi baik terutama pada insfratruktus atau program investasi lain ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s