Ketergantungan Makroekonomi


Pernah nonton film silat kolosal Cina? Biasanya tentang perseteruan dua atau beberapa kerajaan memperebutkan kekuasaan atau bahkan wanita. Angkatan perang kerajaan-kerajaan tersebut akan saling menyerang membabi buta. Satu lawan satu atau keroyokan, dan agar lebih heroik seorang jendral akan memperlihatkan kepiawaiannya dengan melawan sebatalion prajurit, tanpa sedikitpun terluka. Sedikit strategi ditambahkan, Kerajaan A akan bekerja sama dengan Kerajaan B untuk menyerang Kerajaan C. Dan bila setelah itu Kerajaan C jatuh, dua kerajaan A dan B akan saling berperang sendiri memperebutkan negeri.

Atau tidak usah jauh-jauh ke negeri Cina.  Kerajaan di Nusantara pun melakukan praktek yang sama. Sekedar untuk mendapatkan kekuasaan, berebut pengaruh atas suatu wilayah, atau keinginan untuk menguasai kekayaan alam. Banyak kerajaan Nusantara yang hancur karena mudahnya diadu domba oleh Belanda.

Ilustrasi diatas hanya mencerminkan betapa mudahnya kehidupan suatu negara dipengaruhi oleh negara lain. Bila ada suatu negara, atau sekumpulan negara bergejolak baik perekonomian maupun keamanan, hal ini dapat mempengaruhi kestabilan negara tetangganya. Ini yang disebut perekonomian terbuka. Bahwa perekonomian dunia dipengaruhi oleh aktivitas negara-negara didalamnya dan akan saling mempengaruhi. Sama halnya dengan kerajaan jadul  yang ingin berkuasa atas suatu negeri, dia akan mempengaruhi kerajaan lain untuk bekerja sama dengannya menyerang kerajaan lain lagi agar kalah dan tunduk.

Di pertengahan bulan Januari 2011, keajaiban makroekonomi kembali terlihat. Setelah berjaya dengan indeks saham terseksi di Asia Tenggara, bahkan di dunia dengan kemampuannya menarik modal asing, IHSG mulai melemah. Setelah meningkat 4 % di awal Januari 2011, saat ini terus menurun -2% di minggu kedua, dan menurun lagi -2% di awal minggu ketiga. Asing mulai menarik modal yang semula ditanamkan di Indonesia, semata-mata tertarik kepada tingginya suku bunga (lihat Dilema Hot Money). BI berencana untuk menaikkan BI Rates dari 6,5% menjadi 6,75% dengan alasan utama menurunkan inflasi di Indonesia yang berkisar 6,5-7%.

Ada beberapa alasan mengapa asing mulai menarik investasinya. Pertama, karena sudah waktunya menikmati keuntungan. Setelah menikmati bunga relatif tinggi di Indonesia, asing mulai ingin balik modal sehingga menjual sahamnya. Kedua, kekhawatiran terhadap negara-negara di Eropa yang pernah mengalami krisis ekonomi di tahun 2010 seperti Portugis, Italia dan Spanyol tidak dapat membayar hutangnya di tahun 2011 sehingga akan menyebabkan krisis ekonomi kedua. Ketiga, inflasi internasional yang tinggi dipicu kenaikan harga beras di Thailand. Inflasi tinggi di masing-masing negara membuat pemerintah lokal menaikkan suku bunga, termasuk Indonesia.

Sebagai investor, saya tentu senang dengan kenaikan BI rates, karena suku bunga deposito atau imbal hasil obligasi akan naik. Tapi sebagai pelaku usaha, saya sedih karena kebutuhan modal kerja yang didapat dari hutang bank akan meningkat bunganya.

Mengagumkan melihat dunia saling terhubung tidak hanya pada hal yang positif tetapi juga negatif. Inilah perekonomian terbuka yang menyebabkan satu negara dan negara lain akan saling tergantung. Bahkan untuk mengatur kehidupannya sendiri akan bergantung kepada kebijakan ekonomi di negara lain (lihat artikel Dutch Diseases: Indonesia di Tengah Ekonomi Global). Perekonomian tertutup juga tidak dimungkinkan karena berdagang membutuhkan pihak lain. Yang pasti adalah negara dengan basis perekonomian kuat, dengan  perindustrian yang maju didukung oleh infrastruktur dan kebijakan pemerintah yang baik, akan sanggup berdiri sebagai poros perekonomian dunia dan tidak menjadi kapal yang terombang-ambing di arus ketidakpastian. Semoga Indonesia dapat menjadi poros yang kuat paling tidak bagi perekonomian nasional.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My Economic Thinking. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s