Great Money Follows Great Work


Seorang karib teman sekerja tidak dapat tidur nyenyak semalam. Ada yang dirisaukannya.

“Tau, nggak. Mantan anak buahku sekarang sudah menduduki posisi tinggi di perusahaan dulu tempatku bekerja”

“Lalu?”, tanya saya.

“Padahal dia lulusan D3 dan Bahasa Inggrisnya tidak bagus”

“Lalu?”

“Lha, aku disini masih segitu-segitu aja. Masih jadi kroco seperti kamu.”

Saya mesam mesem saja. Melanjutkan bertanya,

“Kamu dulu keluar dari perusahaan tempat kamu bekerja karena apa?”

“Ingin cari pengalaman baru.”

“Dapat, nggak?”

“ Dapat”.

“Ya sudah. Nggak usah protes. Toh prioritas kamu terlaksana.”

“ Tapi tidak ada kenaikan karir dan gaji disini.”

“Itu kan bukan prioritas kamu. Terlaksana syukur, enggak juga nggak papa.”

Karib saya terdiam. Sementara saya terbebas dari pertanyaan usilnya, dan bisa melanjutkan main game online.

Kali kedua, kembali dia mengeluh. Tentang teman-teman seangkatannya yang telah menjadi manajer, sementara dia masih setia dengan pekerjaan administrasinya.

“Aku kan lebih mempunyai keterampilan dibanding mereka. Lihat, penilaianku lebih baik. Aku juga lebih senior dibanding mereka. Kok bisa-bisanya aku enggak ditunjuk untuk promosi?”

“Waktu itu kan kamu sudah ditanya. Katamu kamu tidak bisa pindah karena berat keluarga. Anakmu masih sekolah disini, sehingga tidak bisa diajak pindah jauh-jauh. Sedangkan promosi itu resikonya besar untuk pindah ke luar kota, bahkan ke luar pulau.”

“Kan bisa, promosi tidak pindah ke lain lokasi.”

Saya melotot kesal. “Itu namanya kodlo. Karepe dewe.”

Begitulah. Yang namanya rezeki memang dari Atas, tetapi tetap ada faktor yang berasal dari si penerima rezeki tersebut. Karib saya tadi adalah seorang yang cerdas, dan santun berkomunikasi dengan orang. Dua faktor utama untuk berhasil dalam pekerjaan. Tapi ada faktor lain yang tidak terlalu baik yaitu kurang tekun, kurang bertanggung jawab, dan bersikap semaunya sendiri seakan dunia ini milik mbahnya. Atasannya tidak dapat bergantung kepadanya karena bila ada proyek, misalkan, dia dapat dengan seenaknya mengerjakan dengan deadline yang terlambat. Bisa saja hari ini tidak masuk, lalu masuk sehari, lusa absen lagi. Jelas saja pekerjaan kocar-kacir. Semua tergantung mood-nya. Pantas saja bila dia dikalahkan oleh anak buahnya yang tekun berkarir dan mengembangkan keterampilannya. Atau teman-teman seangkatannya yang niat untuk berkarir dengan menempuh segalah persyaratan promosi.

Petuah Great money follows great work memang benar. Selama kita bekerja dengan baik dan benar di apapun yang kita kerjakan saat ini, hasilnya pasti sesuai dengan kerja keras kita. Lawan terberat memang diri kita sendiri.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s