Sangkal Putung


Sudah kali ketiga selama kurun waktu sepuluh tahun, saya mengalami kaki terkilir. Penyebabnya bermacam-macam, tapi hasil akhirnya satu: rasa sakit luar biasa sehingga mematikan keinginan mobilitas.

Kali pertama terjadi sepuluh tahun yang lalu. Saat saya baru mencari kerja setelah lulus kuliah. Karena bersemangat dianggap kualifikasi terbaik untuk posisi bergengsi, saya yang saat itu diminta pindah ruangan khusus, tidak memperhatikan genangan air saat ada yang membersihkan lantai. Dan..hoplaa..saya terpeleset dan terduduk di lantai. Berhubung tidak ada rasa sakit yang terasa, saya langsung melompat dan berjalan menuju ruang wawancara. Malangnya, di tengah proses interviu yang serius, kaki saya mulai cenut-cenut. Konsentrasi saya buyar sedikit demi sedikit. Jawaban yang saya siapkan tidak nyambung dengan pertanyaan. Hasilnya bisa ditebak : pekerjaan tidak didapat, kaki bengkak selama seminggu.

Kali kedua masalahnya sepele. Bahkan tidak ada penyebab khusus. Saat itu saya sedang mengikuti program pelatihan perusahaan in class di Jakarta. Hanya hendak keluar ruangan, tiba-tiba saat berjalan ankle kaki bergerak ke dalam, dan klek.. Wah, sakitnya ampun-ampunan, dan selama satu bulan itu saya harus naik bajaj dari kos ke tempat pelatihan karena tidak bisa jalan normal. Jarak dengan jalan kaki hanya 500 meter, menjadi 1,5 km karena si bajaj harus memutar.

Kali ketiga terjadi minggu ini, saat saya selesai bimbingan dengan dosen. Berhubung toilet lantai satu penuh, saya naik ke lantai dua. Hasrat tertuntaskan, saya bergegas turun tangga dengan menelepon taksi untuk kembali ke kantor. Saat turun tangga dengan konsentrasi ke HP, saya terlewatkan menjejak satu anak tangga sehingga kaki saya tidak sempurna mendarat. Akibatnya kejadian ‘klek’ tadi terulang kembali. Setelah itu saya masih bisa berjalan ke arah taksi dan kembali ke kantor. Setelah itu saya terkapar. Kaki bengkak dan cenut-cenut. Bahkan saat pulang, teman-teman kantor berbaik hati memapah dan mendorong kursi kantor yang beroda sampai ke pelataran parkir dan menunggui saya naik taksi untuk pulang ke rumah dengan selamat.

Saya menyadari benar kehilangan fungsi salah satu anggota tubuh, sangat tidak enak dan mengganggu. Selain mobilitas yang rendah, saya tidak bisa ngapa-ngapain selain nonton tivi, menulis, membaca, merajut, makan, ngemil, dst (halah, kok banyak juga ya..hehe..). Tapi saya tetap bersyukur. Karena ada kata mutiara yang mengatakan, sakit adalah penggugur dosa. Memang dosa saya banyak sekali, jadi perlu ada sesuatu untuk mengugurkannya. Salah satunya ya keceklik tadi. Semoga Allah mengampuni dosa saya🙂

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s