Homo Festivus


Ada artikel menarik di Kompas 7/12/2010,karangan Komarrudin Hidayat. Judulnya “Agama Festival, Festival Agama”.  Istilah bahwa manusia adalah homo festivus atau mahkluk yang suka festival, perhelatan besar-besaran memang patut direnungkan. Dengan agama sebagai momennya.

Setiap agama pasti mempunyai perayaan hari besar. Dan Indonesia termasuk sebagai negara dengan hari libur keagamaan paling banyak. Dikaji kembali bahwa festival itu perlu sebagai seremonial, sesuatu yang indah sebagai penanda, karena pada dasarnya manusia adalah penyuka keindahan. Jadi jangan hanya yang serius-serius saja yang ditampilkan.

Menurut Pak Komar, tidak ada yang salah dengan merayakan hari besar keagamaan, tetapi jangan sampai nilai religiusitasnya menghilang. Jangan hanya yang ada cuma santai menikmati hari libur, tapi nilai ibadah dari perayaan tersebut hilang.

Tingkat religiusitas saya, harus diakui, rendah. Saya hanya mengetahui dasar dan yang wajib-wajib saja untuk beribadah. Tapi saya juga sering mikir, contohnya pada tahun baru Hijriah (1 Muharam 1432H) baru-baru ini. Mengapa juga harus ada libur satu hari untuk merayakannya? Bukankah merayakan tahun baru cukup dengan sholat untuk mensyukurinya, kemudian menginstropeksi diri? dan itu cukup dilakukan paling lama satu jam, bila ditambah dengan pengajian.

Tapi pandangan saya positif saja. Mungkin pemerintah memberi kelonggaran untuk para pemuda supaya bisa melakukan tradisi ‘lek-lekan’ (bangun sepanjang malam). Atau kungkum di sendang, untuk mengusir bad luck di tahun lalu. Atau kirab kerbau bule di Surakarta. Apalagi saya seorang karyawan yang sangat menghargai ‘tanggal merah’🙂

Inti dari artikel ini adalah jangan menghilangkan inti dari agama itu sendiri karena kabur dengan perayaannya.

So let’s pray and make the best for the world.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Homo Festivus

  1. ageng says:

    Wah nice post nih, saya ngerti intinya jangan lupa pada tuhan kan? Haha🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s