Resolusi Akhir Tahun


Bulan Desember 2010 menjelang. Akhir tahun seperti ini biasanya diisi kesibukan dengan pemenuhan target yang belum tercapai. Ada baiknya sebelum majalah-majalah mengingatkan tentang resolusi akhir tahun, saya akan mendahuluinya. Reviu apa yang telah saya rencanakan dan yang saya lakoni di tahun 2010.

Resolusi. Apa sih artinya? Re=kembali, solusi=jawaban sebuah persoalan. Jadi merupakan aktivitas menyelesaikan persoalan yang selalu berulang setiap tahun. He..he.. itu cuma perkiraan saya saja, tanpa melihat kamus besar Bahasa Indonesia. Pengertian umum resolusi adalah rencana yang dicanangkan tiap awal tahun untuk dilaksanakan pada tahun tersebut, dan kemudian direviu kembali di penghujung tahun.

Ok, so that’s it. Biasanya orang akan tergugah untuk mencanangkan yang indah di awal waktu. Saya harus langsing. Sehat. Dapat pekerjaan baru yang bergaji tinggi. Punya pacar kaya. Beli rumah tanpa kreditan. Berolah raga tiap hari. Dan sebagainya. Masalahnya, apa kita punya energi dan kemauan cukup keras untuk mewujudkannya.

I am a dreamer. A visioner. But without action. Bermimpi itu menyenangkan. Merencanakan sesuatu yang baru sungguh menggairahkan. Tapi begitu bertemu dengan dunia nyata, bahwa begitu banyak tantangan dan kesulitan menghadang, apakah kita tetap berniat mewujudkan mimpi?

Setelah mengkaji ulang semua impian di awal tahun (yang semuanya berbau ‘baru’), hanya satu mimpi yang terlaksana yaitu konsisten menulis. Itu juga kalau dihitung menulis di blog termasuk hitunganūüôā. Ditambah menulis proposal disertasi :)) Ditambah lagi menulis advis analisa kredit..hehe..Tapi tak apalah, paling tidak seperempat dari impian saya terlaksana. Yang lain boleh menyusul.

Tapi kenapa ya cuma seperempat yang terlaksana? Evaluasi berbicara, ternyata ya itu tadi. Mimpi doang kagak bertindak. Diperlukan kemauan keras untuk melakukannya. Dan agar dapat kontinyu melaksanakannya, harus dibuat sebagai aktivitas keseharian. Saya bisa konsisten menulis karena memang studi dan kerja mengharuskan saya melakukannya setiap hari. Saya tidak bisa berolahraga tiap hari, karena ogah berjalan kaki pulang daripada naik ojek. Nah, bila tidak bisa menjadikannya sebagai aktivitas sehari-hari, ya itu tadi perlu kemauan dan rasa hobi, passion, untuk melakukannya.

Saya tidak mau seperti perusahaan yang kebakaran jenggot tiap akhir tahun untuk memenuhi target. Kalau target tahun ini tidak terlaksana, ya masih bisa tahun depan. Satu yang saya lupa. Menjadi bahagia adalah tujuan hidup. Mengejar target tetap harus bahagia. Harus dicanangkan dan tetap dilaksanakan, sesukar apapun itu. Ikhlas menerima kesulitan karena toh hidup tidak selalu senang. Yang penting tetap menjalaninya dengan penuh rasa bahagia.

Tahun 2011, buat saya, target masih tetap seperti 2010. Di samping saya tidak punya mimpi lain lagi, mimpi 2010 adalah yang terbaik. Jadi harus terlaksana. Resolusi tetap akan tetap jadi resolusi. Semoga tahun depan lebih baik daripada tahun ini. Selamat Tahun Baru.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s