Miss Beauty Heart


Miss Universe 2010, Ximena Navarette sering diwawancarai media. Pertanyaan klasik dari wartawan: apakah anda merasa cantik? Lah wong orang cantik ditanya begitu, jawabannya pun klasik juga. Saya tidak merasa cantik. Bahwa cantik itu relatif dan semua wanita pasti cantik. Setiap wanita punya daya tarik sendiri-sendiri yang keluar dari dalam, bukan hanya tampilan fisik saja. Lebih baik cantik hati daripada cantik wajah.

Saya dari dulu tidak paham dengan jawaban seperti itu. Menurut saya, cantik itu pandangan mayoritas. Dian Sastro dikatakan cantik, karena sebagian besar orang menganggapnya demikian. Bila hanya satu orang yang mengatakan menarik, jelas ia tidak akan laku sebagai bintang iklan. Kecuali satu orang tadi adalah sutradara/produser yang berhak mengambil keputusan. Pada saat  bertemu pertama kali, orang pasti melihat tampilan fisik baru kemudian mengetahui apakah orang itu baik, ramah, dll.

Di facebook ada teman yang mengatakan bahwa kecantikan fisik itu tidak perlu. Bahkan cenderung membahayakan dan perlu ditutupi. Banyak komen yang mendukung hal tersebut, dan secara ekstrem mengatakan: banyak teman di pengajiannya yang tidak cantik tapi ‘laku’ duluan, alias cepat menikah dan langgeng. Sedangkan yang cantik-cantik lambat menikah dan sering bercerai.

Nah, kalau ini saya tahu jawabannya. Bukan berarti yang buruk rupa lebih bersih hatinya tetapi mereka lebih ikhlas sehingga dapat menerima kekurangan suaminya. Toh dia sendiri banyak kekurangan juga, antara lain ya buruk rupa tadi. Tidak demikian dengan si cantik yang merasa bargaining powernya tinggi. Kelebihan saya cantik, kelebihanmu apa?

Yang jelas, si cantik sering mendapatkan perlakuan istimewa. Siapa sih tidak terpana bila melihat paras menarik pada kali pertama? Apalagi para pria. Dan seluruh perhatian akan tercurahkan untuk mempermudah aktivitas si cantik.Tapi belajar dari pengalaman, hal ini tidak akan berlangsung lama. Mulai terlihat hal-hal lain yang bersifat alamiah. Terutama sikap, perilaku, dan sifat.

Kecantikan fisik tetap perlu. Paling tidak kalau itu akan ditutup, seseorang tetap harus terlihat menarik. Bukan dengan tujuan buruk, tetapi lebih untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat. Tuhan menciptakan keindahan agar manusia dapat mensyukurinya. Dengan penampilan yang baik dan rapi, kita akan lebih dihormati masyarakat sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan memudahkan urusan.

Saya setuju kecantikan hati lebih utama daripada fisik. Apalagi kalau seimbang. Mungkin pada suatu saat nanti akan ada kontes Miss Beauty Heart. Untuk menguji tingkat kebaikan hati seseorang.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Cerita, My World and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Miss Beauty Heart

  1. veera says:

    kayaknya gak mungkin deh ada acara gitu, sampe kiamat sekalipun…
    soalnya kebanyakan orang baru tau hati waktu udah kenal *lah apa hubungannya yak?hehe*
    lagipula, klo diuji kayakgitu, malah aku takut yang menang bukan yang bener-bener baik. bisa aja diuji tapi entar dia pake acara ekting segala. kan repot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s