Small Medium Entreprise, Jawa Tengah


Baru-baru ini, tiga lembaga yaitu Bank Indonesia (BI), Budi Santososo Foundation (BSF), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar lomba penulisan artikel yang diikuti mahasiswa dan wartawan se-Jateng. Tema yang diangkat tentang meningkatkan daya saing UMKM menghadapi era AFTA dan mengembangkan kewirausahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jateng. Ada pula topik meningkatkan budaya menabung untuk menopang perekonomian daerah. Nampaknya ketiga topik ini dapat mewakili kebersatuan ideologi ketiga lembaga.

Sekitar 40 artikel mahasiswa, dan lima artikel wartawan mengikuti lomba ini. Disaring menjadi 10 artikel terbaik, yaitu lima dari mahasiswa dan lima dari wartawan. Dari kelompok mahasiwa, tiga artikel mewakili topik pengembangan kewirausahaan, satu artikel tentang meningkatkan daya saing UMKM era AFTA, dan satu artikel meningkatkan budaya menabung. Dari kelompok wartawan, hanya empat artikel yang dipresentasikan, yaitu satu tentang pengembangan kewirausahaan, satu menabung, dua meningkatkan daya saing UMKM.

Banyak ide yang diusulkan dari kegiatan ini. Ketiga peserta mahasiswa dari UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan UNS (Universitas Negeri Surakarta) bertopik pengembangan kewirausahaan, banyak menampilkan identitas lokal masing-masing daerah. Antara lain manajemen pertanian jagung di Blora, dan pembuatan abon ikan di daerah pesisir Demak. Sedangkan pembuatan nugget dari ampas tahu mengedepankan inovasi keunikan pemanfaatan sisa makanan yang biasanya dibuang menjadi bernilai ekonomi tinggi.

Mahasiswa UNNES dengan topik meningkatkan kebiasaan menabung, mengkaji cara pengajaran melalui anak usia dini. Melalui pengajaran menyanyi dan berpantun, kebiasaan menabung sejak balita dapat ditingkatkan. Peserta dari UNDIP (Universitas Diponegoro)  mengedepankan ide Galeri UMKM online untuk meningkatkan daya saing UMKM. Diharapkan Galeri ini dapat dikelola oleh dinas atau pemerintah daerah sehingga UMKM di Jateng dapat diakses lebih baik oleh pihak yang berniat melakukan transaksi bisnis, baik lokal maupun internasional.

Bila kelompok mahasiswa banyak mengeluarkan ide dengan penelitian dan model, lain halnya dengan kelompok wartawan. Dari keempat peserta, hanya seorang yang menampilkan presentasi dalam bentuk tertulis. Peserta lain cukup oral saja. Tetapi ide yang diungkapkan cukup menarik, walau tanpa metode penelitian yang valid.

Peserta pertama, wartawan majalah kampus STAIN, mengungkapkan ide penerapan kebiasaan menabung untuk mewujudkan Indonesia sukses dan mulia. Disini kata menabung tidak diterjemahkan dalam arti sempit, yaitu menabung dalam bentuk uang. Tetapi juga dalam bentuk menabung aset negara, material dan pikiran. Prinsip menabung ini kemudian diterapkan untuk membangun negara yang saat ini sedang penuh konflik.

Peserta kedua dari Suara Merdeka, membahas peran strategis UMKM dalam meningkatkan perekonomian Jateng. Peserta ketiga dari Harian Semarang  membahas peningkatan kewirausahaan dengan mengedepankan kearifan lokal. Artinya bagaimana memperhatikan kondisi sekeliling dan memanfaatkan identitas lokal, termasuk melibatkan pemerintah daerah dan perbankan, untuk berwirausaha. Peserta ini menggagas bentuk proposal pemberian kredit dari perbankan untuk membiayai wirausaha yang baru berdiri.

Peserta keempat, dari Suara Merdeka, menekankan bahwa untuk dapat bersaing di era AFTA, UMKM perlu lembaga penghubung atau mediator dengan pihak lain yang ingin bertransaksi bisnis, seperti pembeli, pemasok, atau kreditur/perbankan. Lembaga ini nanti akan meranking UMKM, menghubungi mereka bila ada yang berniat transaksi bisnis, menggelar pameran perdagangan, dll.

Dari presentasi peserta, baik mahasiswa dan wartawan, ada benang merah yang bisa diambil. Bahwa perlu adanya keikutsertaan pemerintah, terutama daerah, untuk mendukung kewirausahaan. Bisa dalam wujud UMKM atau mahasiswa yang baru belajar berwirausaha. Dapat pula dukungan dari pihak lain, seperti Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Industri dan Perdagangan untuk memperlancar diplomasi pengenalan UMKM secara internasional.

Adanya inovasi UMKM dan wirausaha akan memberikan ciri spesifik untuk memenangkan persaingan. Contoh, inovasi pemanfaatan ampas tahu sebagai bahan nugget. Hal ini relatif baru dan selama bisa meyakinkan masyarakat bahwa ampas tahu bernilai gizi baik, produk akan laku di pasar. Salah satu cara dengan pengujian lembaga sertifikasi makanan seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Bahwa UMKM dan wirausaha memerlukan modal kerja. Para peserta banyak menyoroti bahwa perbankan kurang menfasilitasi pembiayaan untuk mendukung UMKM dan wirausaha. Adanya pembatasan minimum jangka waktu berdirinya usaha, menjadikan UMKM atau wirausaha yang baru berdiri tidak dapat mengajukan kredit ke perbankan. Selain itu prosedur administrasi yang ketat dari bank, seperti persyaratan laporan keuangan, menjadi kendala mengingat usaha adalah skala kecil yang sering tidak melakukan kegiatan administrasi secara teratur.

Adanya sistem promosi online perlu digarap serius, baik oleh pihak UMKM dan pemerintah. Memang memerlukan biaya tidak sedikit sehingga  adanya kerjasama dengan lembaga donor tanpa tendensi dapat mendukung fasilitasi dana.

Lomba penulisan artikel ini  merupakan bentuk Corporate Social Responsibility – CSR, ketiga lembaga yaitu BI, BSF dan ISEI. BI sebagai contoh, dalam program membangkitkan UMKM akan memberdayakan industri tekstil di Bandung. Terutama pelatihan keterampilan spesifik yang dibutuhkan industri tekstil, seperti memotong dan menjahit. Sementara BSF dan ISEI menunjukkan perannya di masyarakat dalam mendukung kewirausahaan. Bahwa pengetahuan tidak di menara gading tetapi harus teraplikasi dan dinikmati masyarakat pada umumnya.

Akan lebih baik lagi ke depan, lomba diadakan untuk umum. Termasuk menjaring pelaku UMKM untuk menceritakan kondisi nyata di lapangan. Hadirnya pihak perbankan dan pemerintah daerah diperlukan pula untuk mendengar dan menyatakan komitmen dukungan perkembangan UMKM dan wirausaha.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Parodi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s