Euphoria 3D


Sudah lama saya dan seorang teman berniat nonton film tiga dimensi, alias 3D. Itu lho, film yang gambarnya seakan muncul dari layar. Tokohnya serasa berjarak dengan gambar latar belakang, dan ada di depan kita. Niatan ini muncul karena dibukanya salah satu ruang di gedung XXI (baca:twenty one) di Semarang khusus animasi 3D.

Tapi entah kenapa, rencana itu belum terlaksana juga. Berhubung setiap pulang kantor, saya lebih tertarik dengan kehangatan rumah daripada dinginnya AC gedung bioskop. Termasuk judul film yang ditawarkan kurang menarik. Kebanyakan film kartun.

Sampai  suatu hari, hasrat menonton tak terbendung lagi. Ditambah film yang diputar termasuk kriteria ‘bedil-bedilan’. Terbayang kan kalau si tokoh menembak kemudian peluru itu menuju ke para penonton. Pasti serasa ditembak beneran. Bisa lebam-lebam nih keluar dari gedung, pikir saya antusias.

Kami bertiga naik taksi menuju gedung bioskop. Sesampai disana, seorang teman memisahkan diri. Nyalon, katanya. Toh dia sudah nonton film itu dan lumayan seru. Tinggal saya dan seorang teman yang melaju ke loket penjualan karcis. Tapi alamak, walaupun hari itu Selasa yang notabene tidak ada nonton hemat dan bukan hari libur, kursi penonton yang kosong hanya empat baris depan. Kami jelas ogah duduk di depan karena nonton film 3D tidak baik terlalu dekat layar. Bisa ditonjokin yang main film.

Akhirnya kami mendapat kursi deretan agak belakang  walau dengan posisi agak miring. Mbak-mbak yang manis menyobek karcis dan memberikan kacamata 3D. Bagus juga bentuknya. Kokoh dan berkaca bening. Tidak sebelah hitam sebelah putih, khas kacamata 3D untuk memberikan efek kedalaman. Setelah itu ada pengumuman di layar bahwa semua kacamata dicuci dengan mesin khusus. Alhamdulillah, berarti tidak ada bahaya penularan penyakit ‘belekan’.

Ekstra film diputar. Saya lupa judulnya. Film bertopik tari-tarian ala breakdance ini keren sekali. Si aktris dan aktor seakan meloncat di depan kita, berjumpalitan, dan menendang wajah penonton. Saya hampir berbenturan kepala dengan teman sebelah kursi karena antisipasi yang salah untuk menghindari ‘tendangan’ tadi. Saya ke kiri, dia ke kanan. Oops..

Dan film utama pun dimainkan. Resident Evil : After Life. Film ini berasal dari permainan video game dan sudah sekuel ketiga.  Jujur saja, saya tidak tahu cerita film ini karena yang penting adalah nonton animasi 3 D nya. Peran utamanya adalah Mila Jovovich. Model terkenal yang mulai berperan di layar kaca dengan film Blue Lagoon.

Inti cerita: ada perusahaan  memproduksi virus dan menyebabkan penduduk suatu kota menjadi zombie. Dengan mulut yang dapat mengembang mengeluarkan 4 belalai berbentuk bunga, yang dinamai Flower Mouth. Istilah yang keren, tapi tidak kenyataannya.

Penduduk yang tidak terjangkit virus, terkepung para zombie itu di suatu gedung bekas penjara. Mereka menangkap sinyal dari suatu kapal besar bernama Arcadia yang akan menyelamatkan mereka. Si Mila pun menolong mereka mencapai kapal tersebut. Termasuk menghadapi lawan di dalam kapal.

Nah, disini ketegangan mulai terbangun. Dalam rencana meloloskan diri menuju Arcadia, zombie-zombie sibuk menghalangi mereka. Ada master zombie yang besar banget dan ditembak, ditendang, dipukulin, kagak mempan. Peluru berhamburan. Dan cerita benturan kepala tadi berlanjut lagi.

Setelah film usai dan kami keluar ruangan, saya masih dalam ‘euphoria 3D’. Biar dikatain ndeso, tapi rasanya bahagiaaaa sekali. Akhirnya ada hiburan yang aneh juga. Bayangkan bila sudah ada teknologi 4D, dimana kita dapat merasakan bau, hembusan angin, cipratan air, saat menonton film yang menampilkan hal yang sama.

Saat ini banyak perusahaan elektronik berlomba memproduksi televisi teknologi 3D, bahkan 4D. Wah, kira-kira berapa banyak jenis bau keringat yang bakal dikumpulkan untuk memperjelas kenyataan saat aktor berkeringat di layar?

Semoga teknologi 4D segera diluncurkan, dan saya sudah bersiap masker untuk menghalangi bau keringat.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Cerita, My World and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Euphoria 3D

  1. ageng says:

    ceritanya seru
    kunjungi balik ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s