Satu Hari di Bulan Syawal


Hari ini Idul Fitri. Para keluarga telah bersiap-siap untuk keluar menyambut kedatangan hari pengampunan. Cuaca sedikit mendung, rintik-rintik hujan. Tapi matahari kemudian cerah bersinar. Saya mendapat tempat untuk sholat di luar masjid. Agak basah,tetapi lumayan nyaman. Jamaah pria memenuhi tempat di dalam masjid.

Sholat Ied dimulai. Jeda antara takbir satu dengan yang lain lumayan panjang, sehingga kami masih bisa melafalkan doa” Subhanallahi Walhamdulillahi Wallah Illah La Illaha Wallahu Akbar”. Alhamdulillah.

Setelah itu kami sekeluarga menghadiri pertemuan RT/RW. Biasanya disini saya bingung menentukan posisi, karena barisan hanya dibagi menjadi Bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja. Saya belum tergolong ibu-ibu karena belum kawin, remaja apalagi. Jadi ya sudah saya bikin barisan sendiri. Barisan Jojoba. Jomblo-jomblo bahagia.

Pertama, salaman dan ucapan maaf lahir batin disertai dengan senyuman. Lama-lama, setelah agak pegel, cuma kata ‘lahir batinnya’ saja yang terdengar. Dipikir-pikir saya gak kenal dengan junior-junior itu (maklum penghuni senior) dan gak pernah ketemu, apalagi berbuat kesalahan, masa sih bilang maaf lahir batin. Akhirnya ucapannya berubah jadi ‘selamat hari raya’.

Demikian sekilas kebahagiaan satu hari yang lapang di bulan Syawal. Semoga silaturahmi dan ibadah di bulan Ramadhan terus berlanjut di bulan Syawal.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Ilmu Bulan Ramadhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s