REDENOMINASI : SANERING PARANOID?


Bank Indonesia mulai meluncurkan kebijakan baru bertajuk Redenominasi. Re=kembali, de=menurunkan, nominasi=nominal. Harfiahnya berarti menurunkan kembali nilai nominal mata uang. Jelasnya, redominasi adalah kebijakan bank sentral untuk mengubah nilai mata uang, tanpa mengurangi nilainya. Sebagai contoh mata uang Rp.1.000,00 akan berubah menjadi Rp.1,00, tanpa mengurangi nilainya. Jadi bila anda ingin membeli satu buah kerupuk seharga seribu rupiah, anda tetap dapat membeli satu buah kerupuk tersebut dengan mata uang serupiah saja.

Redenominasi ini nantinya akan menghilangkan tiga angka nol dibelakang. Jadi Rp.1.000,00 akan diganti menjadi Rp.1,00. Tujuan penghilangan angka nol ini hanya untuk penyederhanaan pencatatan akuntasi atau pembayaran. Jadi tidak akan ada perubahan signifikan. Mekanismenya akan penerbitan mata uang baru senilai Rp.1,00 untuk menggantikan mata uang lama Rp.1000,00. Penerbitan ini akan berlangsung tahun 2010 s.d. 2016.

Redenominasi berbeda dengan Sanering, atau pengurangan nilai mata uang. Tahun 1965, pernah dilakukan kebijakan sanering untuk mengurangi inflasi yang begitu tinggi. Nilai mata uang seribu langsung dipotong menjadi satu rupiah saja. Jadi bila anda mempunyai uang seribu, di pasar barang, uang segitu hanya diakui serupiah saja. Beli satu kerupuk seharga seribu rupiah, anda harus membeli dengan lembaran seribu rupiah sebanyak seribu lembar. Karena seribu rupiah hanya dihargai serupiah saja.

Redenominasi bisa dilakukan kapan saja. Baik dalam kondisi perekonomian kacau, ataupun tenang. Karena hal ini tidak akan menimbulkan efek apapun terhadap makroekonomi negara. Hanya yang perlu dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat, bahwa redenominasi berbeda dengan sanering. Sehingga tidak terjadi kepanikan masyarakat dan mengakibatkan gejolak dalam perekonomian.

Peristiwa buruk selalu membekas dan membuat trauma. Demikian pula sanering tahun 1965. Rakyat menjadi miskin seketika, karena nilai uangnya berkurang drastis. Akibatnya masyarakat menjadi sedikit paranoid dengan pengubahan nilai mata uang. Para pengamat perekonomian lebih baik untuk ikut mensosialisasikan istilah ini, daripada ikut-ikut memberi komentar dampak sosial yang seharusnya dapat ditanggulangi.

Semoga penjelasan ini cukup memberikan informasi bagi anda.

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in All about Bank. Bookmark the permalink.

5 Responses to REDENOMINASI : SANERING PARANOID?

  1. johnny m simorangkir says:

    Apapun namanya namun dalam situasi kegelisahan masyarakat sekarang, itu sudah membuat orang semakin panik dan bisa berpotensi menimbulkan kepercayaan kepada rupiah menurun,tk

    • avieni says:

      Masyarakat Indonesia selalu gelisah, bang Johny. Seperti halnya kemiskinan yang tidak akan pernah hilang. Bila kita menunggu kondisi gelisah atau miskin selesai untuk memperbaiki negara, saya pikir itu sudah terlalu terlambat. Menurut saya, sudah waktunya kita menjadi subjek untuk memperbaiki keadaan. Bukan selalu menjadi objek.

  2. Pingback: 2010 in review | My Agenda

  3. - says:

    redenominasi=sanering yang diperhalus=kebijakan merampok uang rakyat=kebijakan pejabat gila dan rakus

    • avieni says:

      Tidak perlu berprasangka terlalu buruk. Lebih baik pahami dulu dengan benar konsep rednominasi. Ingat, pejabat asalnya dari rakyat juga. Berarti itu sifat dasar manusia yang kebetulan punya kedudukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s