Jateng Fair 2010 = PRPP rasa baru


Jateng Fair 2010

Jateng Fair 2010

Hari Minggu, 27 Juni 2010, saya niat betul pergi ke Jateng Fair di kawasan Tanah Mas Semarang. Selain ingin mengenang masa kecil pada saat berkunjung ke PRPP (waktu itu masih di area Tegalwareng), saya ingin mengetahui seperti apa sih Jateng Fair 2010 yang dibanggakan Pak Bibit, Gubernur Jateng?

Banyak teman-teman  yang berkomentar: ngapain ke PRPP? paling juga lihat Pasar Johar pindah. Atau komentar lain: itu buat yang belum liat Paragon Mall. Bagi yang belum tahu apa itu Jateng Fair 2010, saya gambarkan sekilas disini. Setiap tahun Jawa Tengah menggelar momen pameran pembangunan di setiap kabupaten/kotamadia. Dulu istilahnya PRPP atau Pekan Raya Promosi Pembangunan dan berlokasi di Tegalwareng (sekarang wonderia) tahun 1973-1984. Tahun 1987, lokasi di pindahkan ke Tanah Mas, karena dianggap Tegalwareng sudah tidak memadai.

Dengan pikiran bahwa musim liburan pasti penuh sesak, saya berangkat Minggu siang berharap lokasi masih cukup lengang. Masuk area Tanahmas, jalan paving bergelombang. Tidak ada petunjuk yang jelas lokasi Jateng Fair. Gerbang bertuliskan PRPP cukup buat saya tidak salah arah. Hampir mendekati lokasi terdapat papan penunjuk arah. Lurus PRPP, belok kiri pantai Marina.

Akhirnya nampak pintu gerbang Jateng Fair dan disambut senyum lebar Pak Bibit di billboard.  Dengan membayar karcis Rp.5000,mobil dan sepeda motor dapat leluasa diparkir. Kemudian dapat antre di 6 loket  tersedia untuk membayar karcis masuk Rp. 6000.

Dari loket disambung selasar yang cukup panjang menghubungkan antara satu gedung pameran(bale)  dengan yang lain. Lagi-lagi karena tidak ada petunjuk yang jelas, saya ngawur saja masuk ke salah satu gedung pameran dan bersambung ke area lain. Gedung satu berisi pameran produk-produk-produk reguler komputer, buku, sandal kesehatan. Gedung lain berisi pameran produk dan layanan dinas, kabupaten/kotamadia, dan UMKM.

Kabupaten Magelang menggelar sekian banyak produk makanan seperti getuk trio dan alat-alat rumah tangga seperti sapu, munthu dan cobek. Kabupaten Wonosobo dengan produk khas Dieng nya: carica. Kabupaten Banyumas dengan dawet ayu (kabarnya omzet 1,5 jt-1,8 jt sehari).

Gedung lain lagi berisi aplikasi pendidikan untuk anak-anak. Ada yang menunjukkan hukum archimedes, roket air, lalu troli dan tali-talinya. Ini yang diistilahkan Duniaku Pintar oleh penyelenggara.

Ditengah lokasi Jateng Fair merupakan tempat makanan dan minuman. Bakso Pak Kumis menduduki tempat tertinggi dan terluas di lantai dua. Ada juga empek-empek, bebek goreng, dsb. Di bagian selatan atau area muka, ada kincir mainan yang hanya berputar malam hari. Ada pula gokart, kuda pony, dan perahu yang bisa dinaiki anak-anak.

Kesan sekilas yang saya rasakan sebagai pengunjung adalah ‘peta buta’. Alias tidak ada petunjuk arah sama sekali di area Jateng Fair. Yang mana Bale Sindoro, mungkin hanya sedikit yang mengerti. Selain itu, nampak gedung yang tidak terawat dan lingkungan yang kumuh, walaupun desain interior pameran cukup oke. Mungkin karena saya datang siang hari sehingga semua kesemrawutan terlihat jelas.

Diluar hal-hal tersebut, Jateng Fair cukup baik. Termasuk niatan untuk menjual produk usaha kecil, dan sebagai ajang pengetahuan produk Jawa Tengah. Yah, Pak Bibit pantas tersenyum lebar di billboard maupun spanduk  dari depan sampai belakang di area pameran😉

Bagi yang berminat mengunjunginya masih terbuka kesempatan tgl 24 Juni s.d. 11 Juli 2010, jam 16.00-22.00 hari biasa, jam 10.00-22.00 hari Sabtu Minggu. Berikut saya lampirkan pula brosurnya. Silahkan menilai sendiri hajatan besar Jateng ini.

brosur

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Parodi. Bookmark the permalink.

3 Responses to Jateng Fair 2010 = PRPP rasa baru

  1. rina D says:

    Waah, udah lama banget ngga ke jateng fair…terakhir kayanya taun 95an…kangen juga rasanya…inget dulu ibuku buka stand disana, tiap pulang sekolah pasti diajakin ‘jaga’ stand….*tapi ujung2nya malah keluyuran..hehehe*
    Pokoknya kangen banget ma semarang

    • avieni says:

      mending deh Rin. Aku terakhir ke PRPP malah waktu masih di tegalwareng. Klo yang di tanahmas kagak pernah. But any how, I welcome you to the land of last resort..hehe.. Danar Hadi, gak keliatan tuh di Jateng Fair. Yang ada pakaian china?

  2. rina D says:

    Setelah era ibuku berakhir, semakin jelas kemunduraannya…kudune tak genteni yoo…hihihi…sayange aku isih kuliah pas kuwi…durung mudenk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s