Ping: Balada seekor Katak


Lagi-lagi tentang buku. Lagi-lagi saya dibuat terpesona oleh kata-kata dalam tulisan.

Buku Ping : Mencari Kolam

Buku Ping : Mencari Kolam

Alkisah, seekor katak hijau dengan talenta kaki yang kuat dan lompatan yang tinggi, tinggal di sebuah kolam dangkal. Semua penghuni kolam nampak bahagia dengan kondisi yang ada. Kecuali si katak yang bernama Ping. Saat ia kecil, kolam dangkal tersebut merupakan kebahagian besar baginya. Dapat direnangi sampai puas, dan dapat melompat sampai setingginya. Tapi sekarang situasi telah berubah.

Ping pusing. Dia ingin pergi mencari kolam yang indah, atau paling tidak punya air yang penuh sampai ke pinggiran. Tapi ketakutan pergi dari kolam, tanah kelahirannya, sangat dominan. Sampai pada akhirnya dia nekat dan memutuskan untuk pergi.

Lompatan pertama sangat jauh. Lompatan kedua lebih jauh. Ketiga, keempat, dan seterusnya. Tibalah ia pada hutan belantara dengan pohon yang sangat tinggi dan semak yang rimbun. Lompatannya sudah tak berarti karena selalu menabrak pohon. Tiba-tiba muncullah seekor Burung Hantu. Tua nan bijaksana.

Ping lagi Meditasi

Ping lagi Meditasi

Singkat kata, Burung Hantu ini dipaksa Ping untuk menjadi Gurunya. Mencari apa yang diinginkan. Tapi apa yang sebenarnya diinginkan si Ping? Ping pun tidak tahu. Giliran Burung Hantu memaksa Ping untuk tahu apa yang diinginkan melalui proses meditasi. Mendengarkan suara hati.

Terbayang sebuah kolam Tanah Kerajaan yang indah. Tetapi untuk mencapainya ada Sungai Pelanting yang arusnya sanggup menghancurkan apa saja. Untuk melewatinya, Ping harus melatih keras kakinya agar sanggup melompati sungai itu. Sebulan, dua bulan,..setahun dilewati Ping untuk berlatih. Oh ya, patut diketahui, bahwa Ping sebelumnya telah belajar berjalan. Keterampilan yang mustahil dilakukan seekor katak yang biasa melompat. Hanya dengan niat, kemustahilan dapat dibalikkan.

Tibalah hari yang ditentukan. Ping telah mempersiapkan lompatan terjauhnya untuk melawan Sungai Pelanting. Arus deras cukup menggetarkan, tapi dia tidak ingin latihannya selama ini tersia. Ancang-ancang telah dilakukan…dan huuppp… Ping melayang di udara. Lompatan terbaik dan terindah yang pernah dilakukan. Sampai tiba-tiba teriakan dari pinggir sungai mengacaukan konsentrasinya. Si Guru dicaplok Elang !

Konsentrasinya buyar. Rasa takut kehilangan Guru menghantam kepercayaan dirinya. Ping hilang arah. Terjunlah ia ke dalam arus yang kejam. Menghadapi kematian. Tiba-tiba muncul ingatan akan ajaran Gurunya. Bersahabatlah dengan air, dan mengalirlah bersamanya. Karena ia yang akan membawamu ke tempat tujuan.

Ending yang bagus dari cerita ini adalah: adanya berita di koran yang menemukan suatu fosil katak spesies baru di area Taman Kerajaan, China. Berbeda dengan katak lokal, katak spesies ini mempunyai kaki yang kuat dan berotot. Bisa dibayangkan bahwa itu si Ping yang telah mendapatkan impiannya.

Makna yang diambil dari cerita ini sangat jelas. Layaknya cerita motivasi yang lain bahwa hidup ini pilihan. Masalah pilihan itu sulit atau tidak, tercapai atau tidak, semua bergantung kepada kita (dan nasib tentunya). Kombinasi kerja keras dan keikhlasan menerima takdir harus diporsikan secara ideal. Sehingga kita tetap bahagia menjalani hidup.

Semoga..

Happy Ping

Salam dari Happy Ping..

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s