Strata Tiga


Setelah hampir 10 tahun bekerja, saya memutuskan lagi untuk sekolah. Ke jenjang pendidikan strata tiga. Menurut saya tidak ada yang istimewa karena toh gelar strata dua sudah di tangan. Ternyata begitu banyak tanggapan, baik negatif maupun  positif.

Tanggapan pertama dari ayah saya sendiri, seorang profesor universitas negeri. Beliau meragukan kemampuan saya untuk menyelesaikan pendidikan ini. Bukan apa-apa, beliau tahu persis bahwa pendidikan doktoral itu perlu ketekunan tinggi (dimana sifat itu hampir tidak ada dalam diri saya).

Tanggapan kedua dari teman-teman kerja. Komentar mereka adalah, kamu mau pindah kerja jadi dosen?

Tanggapan ketiga dari bos saya. Lebih kejam. Mending kamu kawin aja deh. Ijazah tidak bisa jadi teman tidur.

Buat mereka, cukup aneh seorang profesional untuk mengikuti pendidikan akademis sampai dengan strata tiga. Karena memang pada umumnya jalur ini hanya ditempuh oleh akademisi, yaitu dosen atau peneliti. Itupun untuk menunjang jenjang karir. Saya yakin betul, itu tidak sepenuhnya benar. Pasti pendidikan, apapun itu ada gunanya.

Tanggapan positif dari ibu dan sahabat akhirnya menguatkan saya untuk terus melanjutkan niat. Walaupun banyak kondisi yang agak sulit untuk dihindari. Pendaftaran yang terlambat, kemungkinan dipindahkan lokasi kerja oleh kantor, serta tenaga yang harus dipersiapkan karena saya bekerja full time. Akhirnya semua dapat terlewati, dan saya memutuskan untuk mengikuti kuliah Sabtu Minggu.

Ternyata sampai saat ini, saya senang dengan keputusan untuk sekolah kembali. Teman satu kelas kebanyakan adalah dosen. Jenis perkuliahan bukan pengajaran, tapi diskusi jurnal penelitian. Metode ini dianggap lebih baik karena jurnal berisi penelitian terkini tentang ilmu pengetahuan. Lebih up to date daripada hanya sekedar membaca buku teks. Jadi, dosen pengajar memutuskan jurnal apa yang akan dibahas dan mahasiswa mempresentasikan di depan kelas. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya kelas dengan mahasiswa yang notabene dosen-dosen yang biasa bicara di depan kelas. Tak ada satupun yang mau mengalah..haha..

Saya menikmatinya. Walaupun, jujur, tidak sesuai dengan ekspektasi saya yang sudah mempersiapkan diri menghadapi kondisi perkuliahan seberat apapun. Toh, sampai saat ini lancar-lancar saja, dan saya sudah semester dua.

Keuntungan lain adalah saya jadi suka baca jurnal penelitian. Padahal pertama berkenalan dengan “bacaan aneh” itu, hampir seminggu saya pusing dibuatnya. Bahasa Inggris ilmiah dan sulit sekali untuk tahu kosa katanya. But now, it’s a little bit easy to know what’s the meaning of a journal. See..even now I talk in English as a standard journal language. Ehm..

Saya jadi suka menulis. Ini gara-gara terlalu banyak tugas paper yang ditulis, dan saya kebablasan. Ada pernyataan dari seorang penulis blog bahwa Menulis adalah Berpikir Writing is Thinking. Saya setuju sepenuhnya. Karena sebelum menulis, ternyata kita harus membaca banyak tentang hal yang ingin ditulis dan mengolahnya kembali dalam pikiran. Baru kemudian menulis, ditambah pendapat pribadi.

Satu hal yang tidak saya sukai tentang sekolah ini. Pada akhir semester, dan akan dimulai semester baru. Surat warna putih kop abu-abu. Tagihan SPP. Alhasil, selama ini saya masih dapat membiayai kuliah sendiri. Tapi kedepan saya akan coba cari beasiswa. Masa sih kesempatan beasiswa hanya untuk dosen saja. Profesional kan juga berperan dalam kemajuan bangsa. Ha..ha.. Pembelaan diri perlu dong..

Harapan saya adalah tetap fokus dan menyelesaikan pendidikan ini. Tidak ada gangguan, dan bila ada, akan saya coba jalani sebaik-baiknya.

Long Live Education.. !!

;))

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in My World. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s