Becak dan Banjir


Kemarin dan hari ini, saya masih berjuang untuk masuk kantor. Bukan karena sakit atau malas. Cuma satu alasannya, lautan air mengepung kantor saya sampai selutut tingginya.

Saya baru ngeh hubungan becak dan banjir. Ternyata alat transportasi ini sangat..sangat berguna dalam melawan arus banjir. Ada teman saya yang cuma melewati ingin melewati seruas jalan sepanjang 5 meter yang penuh genangan air karena banjir, harus naik becak dengan membayar 5000 rupiah. Jadi semeter harga seribu.

Lain lagi dengan penderitaan penumpang di stasiun Tawang. Bahkan untuk membayar tiket pun, perlu pertolongan bang becak.

Kelemahan becak adalah bila dilewati kendaraan besar. Bisa tersapu habis bang becak dalam mengendalikan kudanya..eh..becaknya..

Begitulah kira-kira dinamika Semarang kaline banjir. Apapun bentuknya Semarang adalah kotaku. Dinikmati, diresapi, sebelum nggremeng-nggremeng ke pemkot..hehe..

About avieni

A Simple Lady with a simple attitude
This entry was posted in Parodi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s